Hari ini Kamis, 26 Februari 2026 Staf Seksi Sosial dan Budaya Kecamatan Sawan menghadiri kegiatan Pelatihan Tim Pelaksana dalam Penyiapan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil KEK, ibu hamil risiko KEK, balita, serta balita gizi kurang. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Puskesmas Sawan I.
Peserta kegiatan terdiri dari Tim Pelaksana Penyiapan PMT berbasis pangan lokal di masing-masing desa wilayah kerja Puskesmas Sawan I. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tim dalam mendukung program perbaikan gizi masyarakat di tingkat desa.
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tim dalam penyiapan PMT berbasis pangan lokal. Mendukung pemenuhan gizi bagi ibu hamil KEK, ibu hamil risiko KEK, balita, dan balita gizi kurang. Mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap tim pelaksana mampu menyusun menu PMT yang sesuai dengan kebutuhan gizi sasaran, memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, serta memastikan kualitas dan keamanan pangan yang diberikan.
Kegiatan dilanjutkan bersama tim pelaksana dalam penyiapan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Sawan I.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam upaya percepatan penanganan masalah gizi, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil KEK dan balita gizi kurang. Melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi dan mudah diperoleh di masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan asupan nutrisi secara berkelanjutan.
Tim pelaksana bersama petugas kesehatan melakukan persiapan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan makanan tambahan agar sesuai dengan standar gizi dan keamanan pangan. Menu yang disiapkan mengutamakan kandungan protein, energi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang balita serta kesehatan ibu hamil.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena selain bernilai gizi tinggi, juga mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.
Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Namun demikian, terdapat beberapa peserta yang masih memerlukan pendampingan lanjutan, khususnya dalam penyusunan menu yang tepat sesuai kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Sawan I dapat semakin optimal melalui sinergi lintas sektor dan pemberdayaan tim pelaksana di tingkat desa