(0362) 21746
camatsawan50@gmail.com
Kecamatan Sawan

Camat Sawan Buka Kegiatan Lomba Penjor Hias dan Parade Gebogan, Semarak Budaya dan UMKM Warnai Rangkaian Kegiatan Sawan Festival 2026

Admin sawan | 22 Mei 2026 | 53 kali

Hari ini Jumat, 22 Mei 2026  Camat Sawan, I Ketut Cantyana, SP secara resmi membuka rangkaian kegiatan pagi hari dalam pelaksanaan Sawan Festival Tahun 2026 yang berlangsung meriah, semarak, dan penuh antusiasme masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan tersebut menjadi ajang kebersamaan masyarakat sekaligus wadah pelestarian seni, budaya, dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Sawan tampak memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan sekaligus ikut memeriahkan berbagai agenda yang telah disiapkan panitia. Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam Sawan Festival Tahun 2026 di antaranya Lomba Penjor Hias antar Desa Adat se-Kecamatan Sawan, Parade Gebogan, pelayanan Cek Kesehatan Gratis, serta Pameran UMKM Desa se-Kecamatan Sawan yang menampilkan beragam produk unggulan masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Camat Sawan, I Ketut Cantyana, SP menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Sawan Festival Tahun 2026. Menurutnya, festival ini bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, namun juga memiliki makna penting sebagai upaya menjaga kelestarian budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti lomba penjor dan parade gebogan merupakan bagian dari identitas masyarakat Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain itu, kegiatan festival juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, meningkatkan semangat gotong royong antar desa, serta membuka peluang promosi bagi pelaku UMKM di Kecamatan Sawan.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta dan masyarakat yang turut menyukseskan Sawan Festival Tahun 2026,” ujar beliau dalam sambutannya.

Rangkaian kegiatan festival berlangsung dengan penuh semangat dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kreativitas peserta lomba penjor hias menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Berbagai penjor dengan ornamen khas Bali ditampilkan dengan indah dan artistik, mencerminkan kreativitas serta kekompakan masyarakat desa adat di Kecamatan Sawan.

Pada perlombaan Penjor Hias antar Desa Adat se-Kecamatan Sawan, Juara I berhasil diraih oleh Desa Adat Menyali, Juara II diraih oleh Desa Adat Kloncing, dan Juara III diraih oleh Desa Adat Bungkulan. Penyerahan penghargaan kepada para pemenang akan diberikan pada saat penutupan Sawan Festival tahun 2026 pada tanggal 24 Mei 2026. 

Selain lomba budaya, pelayanan cek kesehatan gratis juga mendapat perhatian besar dari masyarakat. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Di sisi lain, pameran UMKM desa turut menjadi pusat perhatian karena menampilkan berbagai produk lokal unggulan, mulai dari makanan tradisional, kerajinan tangan, hingga produk olahan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk dikembangkan lebih luas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sawan bersama anggota, perwakilan dari Danramil 1609-09 Sawan, para Perbekel se-Kecamatan Sawan, Kelian Desa Adat se-Kecamatan Sawan, Ketua TP PKK Desa beserta anggota, para peserta lomba penjor hias, serta masyarakat yang sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Suasana festival semakin terasa semarak dengan hadirnya berbagai  kreativitas masyarakat yang mencerminkan kekayaan budaya serta semangat kebersamaan warga Kecamatan Sawan. Melalui pelaksanaan Sawan Festival Tahun 2026, diharapkan nilai-nilai budaya, persatuan, dan semangat membangun daerah dapat terus terjaga serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah.