(0362) 21746
camatsawan50@gmail.com
Kecamatan Sawan

Staf Seksi Trantib dan Pol PP Kecamatan Sawan Lakukan Pemantauan Daerah Pesisir di Desa Bungkulan

Admin sawan | 23 Januari 2026 | 29 kali

Hari ini Jumat 23 Januari 2026  Staf Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) bersama Pol PP Kecamatan Sawan melaksanakan pemantauan di wilayah pesisir Pantai Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan, terkait peristiwa hilangnya perahu dan sejumlah sarana nelayan akibat cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi.

Peristiwa tersebut berdampak pada beberapa warga Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan, dengan rincian sebagai berikut:

Ketut Artama, laki-laki, lahir di Bungkulan 31 Desember 1965, pekerjaan petani, agama Hindu, alamat Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan.

Akibat bencana Pelinggih Dewa Ayu rusak, 1 unit jukung fiber (panjang 11 m, lebar 1 m, tinggi 80 cm) dengan ciri khusus cat dasar warna biru dengan strip kuning, merah, dan biru muda, hilang Jaring kaping dalam keadaan rusak, Gubuk nelayan ukuran 2 x 4 meter hilang, Kerugian: Rp 58.800.000 (lima puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah)

Ketut Eva Ariawan, laki-laki, lahir di Bungkulan 06 April 1991, pekerjaan buruh harian lepas, agama Hindu, alamat Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan. Akibat bencana, hilang 2 jaring cumi ukuran 14 pantar, kerugian: Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Wayan Tarsa, laki-laki, lahir di Bungkulan 18 Mei 1964, pekerjaan nelayan perikanan, agama Hindu, alamat Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan. Akibat bencana hilang 2 jaring cumi ukuran 14 pantar, kerugian: Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Komang Sarta, laki-laki, lahir di Bungkulan 07 April 1984, pekerjaan nelayan perikanan, agama Hindu, alamat Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan. Akibat bencana, Mesin Yamaha 13 PK hilang, kerugian: Rp 13.000.000 (tiga belas juta rupiah)

Gede Cani Yasadana, laki-laki, lahir di Bungkulan 18 Agustus 1974, pekerjaan buruh harian lepas, agama Hindu, alamat Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan. Akibat bencana: Dapur semi permanen hilang, di dalamnya terdapat mesin Honda 5,5 PK yang ikut terbawa arus, Kerugian: Rp 9.000.000 (sembilan juta rupiah)

Kronologi kejadian hari Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA, staf menerima laporan dari Kelian Banjar Dinas Kubu Kelod, Ketut Somadana, terkait hilangnya perahu, gubuk nelayan, serta beberapa mesin akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di pesisir pantai Banjar Dinas Kubu Kelod, Desa Bungkulan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, AIPDA I Putu Harisandy Mahayuda, melakukan pengecekan lokasi bersama Kelian Banjar Dinas serta warga yang terdampak.

Dari keterangan yang diperoleh, sekitar pukul 23.00 WITA saat cuaca ekstrem terjadi, Ketut Artama sempat mengecek jukung miliknya yang masih terikat di bawah pohon ketapang, sementara gubuk nelayan diketahui telah hanyut terbawa ombak. Atas kejadian tersebut, pemilik jukung melaporkan peristiwa tersebut kepada Pemerintah Desa Bungkulan. Akibat Bencana, Korban jiwa: Nihil Barang hilang/rusak, 1 unit jukung berisi jaring ikan dan mesin Yamaha 13 PK, Gubuk nelayan berisi mesin Mega Pro 13 PK dan 4 jaring cumi ukuran 28 pantar, Dapur semi permanen berisi mesin Honda 5,5 PK, Total kerugian materiil: ± Rp 96.800.000 (sembilan puluh enam juta delapan ratus ribu rupiah)

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan terkendali.